Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Data Center?

Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Data Center? Panduan Menghitung Cadangan Air

Data center dengan pendinginan evaporatif bisa memakai ratusan meter kubik air per hari. Sebagian besar air itu menguap di cooling tower. Jika pasokan air terhenti, pendinginan berhenti, dan server harus dimatikan.

Artikel ini menjelaskan ke mana air di data center dipakai, cara menghitung kebutuhannya, dan contoh ukuran tangki cadangan untuk data center 10 MW.

Untuk apa data center membutuhkan air?

  • Make-up water cooling tower. Ini pemakaian terbesar. Air menguap untuk membuang panas, dan sebagian dibuang (blowdown) agar mineral tidak menumpuk.
  • Air pemadam kebakaran. Disimpan di tangki terpisah untuk sprinkler dan hidran.
  • Humidifikasi dan pendingin evaporatif langsung, jika desain memakainya.
  • Kebutuhan domestik untuk kantor, toilet dan kantin. Porsinya kecil.

Data center yang memakai chiller berpendingin udara (air-cooled) hampir tidak memakai air untuk pendinginan. Namun sistem ini memakai lebih banyak listrik, sehingga banyak fasilitas besar di Indonesia tetap memilih chiller berpendingin air dengan cooling tower.

Cara menghitung make-up water

Perhitungan dasar hanya butuh tiga angka: beban panas yang dibuang ke cooling tower, laju penguapan per kWh, dan cycles of concentration (berapa kali air disirkulasi sebelum dibuang).

Penguapan (m³/jam) = Beban panas (kW) × 1,5 ÷ 1.000

Make-up water = Penguapan × C ÷ (C − 1)

Angka 1,5 liter per kWh panas adalah pendekatan dari kalor penguapan air. C adalah cycles of concentration, biasanya 3 sampai 6 tergantung kualitas air dan pengolahannya.

Contoh: data center 10 MW

Misalkan beban IT 10 MW. Panas yang dibuang ke cooling tower sekitar 12 MW, karena kompresor chiller juga menghasilkan panas.

LangkahPerhitunganHasil
Beban panas ke cooling tower10 MW IT + sekitar 20% dari chiller12.000 kW
Penguapan12.000 kW x 1,5 L/kWh18 m³/jam
Blowdown (C = 4)18 ÷ (4 − 1)6 m³/jam
Make-up water total18 + 624 m³/jam
Pemakaian per hari24 x 24 jamsekitar 576 m³/hari
Cadangan 12 jam24 x 12 jam288 m³
Cadangan desain (+20% untuk hari terpanas)288 x 1,2sekitar 350 m³

Angka ini perkiraan untuk perencanaan awal. Desain akhir harus memakai data beban puncak, suhu wet-bulb setempat dan kualitas air baku dari konsultan MEP.

Mengapa cadangan 12 jam?

Referensi industri tentang Tier Standard Uptime Institute menyebut cadangan make-up water di lokasi selama 12 jam untuk data center Tier III dan Tier IV yang memakai pendinginan evaporatif. Rumus sederhananya: laju make-up puncak dikali 12 jam. Penjelasan lengkap tentang tier ada di artikel Data Center Tier 3 vs Tier 4 (link: /blog/data-center-tier-3-vs-tier-4).

Di Indonesia, cadangan ini semakin penting. Iklim tropis membuat cooling tower bekerja penuh sepanjang tahun, dan pasokan air di kawasan industri tidak selalu stabil.

Konfigurasi tangki untuk contoh 10 MW

KonfigurasiUkuran tangkiKelebihan
2 x 100%2 tangki x 350 m³Paling sederhana; satu tangki bisa diservis kapan saja
3 x 50%3 tangki x 175 m³Lebih hemat total volume; fleksibel untuk lahan terbatas
+ tangki pemadamSesuai perhitungan proteksi kebakaranTerpisah dari air pendingin

Untuk volume sebesar ini, tangki GFS (Glass Fused to Steel) dan bolted steel paling umum dipakai karena tahan lama, modular dan cepat dipasang. Tangki panel FRP cocok untuk volume lebih kecil atau tangki di atap gedung.

Mengurangi pemakaian air

Operator data center semakin diukur dengan WUE (Water Usage Effectiveness), yaitu liter air per kWh energi IT. Cara umum untuk menurunkannya adalah menaikkan cycles of concentration dengan pengolahan air yang baik, memakai air hujan atau air daur ulang sebagai make-up water, dan memilih cooling tower hibrida.

Semua cara ini tetap membutuhkan tangki: untuk menampung air hujan, air olahan, dan cadangan 12 jam. Penjelasan tentang sistem pendingin ada di artikel Sistem Pendingin Data Center (link: /blog/sistem-pendingin-data-center).

Hitung kebutuhan tangki data center Anda

Tim PT Tiger Water Solutions bisa menghitung volume cadangan dan menyarankan konfigurasi tangki berdasarkan beban IT dan desain pendingin Anda. Pabrik kami di Cikarang memproduksi tangki GFS, bolted steel dan panel FRP, serta sistem pengolahan air (WTP).