Kawasan Data Center Deltamas & Cikarang

Kawasan Data Center Deltamas & Cikarang: Siapa yang Membangun dan Apa yang Dibutuhkan

Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Deltamas dan Cikarang di Kabupaten Bekasi berubah dari kawasan manufaktur menjadi salah satu pusat data center paling aktif di Asia Tenggara. Beberapa operator global membangun kampus ratusan megawatt di sini, banyak di antaranya di kawasan industri GIIC (Greenland International Industrial Center) di Kota Deltamas.

Artikel ini merangkum proyek data center utama di kawasan Deltamas dan Cikarang, alasan operator memilih lokasi ini, dan infrastruktur yang dibutuhkan proyek-proyek tersebut.

Mengapa operator memilih Deltamas dan Cikarang?

  • Dekat Jakarta. Sekitar satu jam dari pusat kota lewat tol Jakarta–Cikampek, cukup dekat untuk latensi rendah dan akses tim operasional.
  • Lahan luas di kawasan industri. Kampus hyperscale membutuhkan lahan puluhan hektar dengan status industri yang jelas.
  • Pasokan listrik besar. Kampus data center baru disambungkan ke jaringan PLN tegangan tinggi, misalnya 150 kV.
  • Ekosistem pendukung. Kontraktor, pemasok dan tenaga kerja teknik sudah tersedia di kawasan industri Bekasi dan Karawang.

Proyek data center di Deltamas dan Cikarang

OperatorFasilitasLokasiKapasitasStatus (per September 2026)
Princeton Digital Group (PDG)JC3GIIC Kota Deltamas, Cikarang Pusat120 MWFase 1 ditargetkan Q4 2026
Princeton Digital Group (PDG)JC4GIIC, sekitar 1,7 km dari JC3240 MWDalam pembangunan
Digital EdgeCGK CampusKawasan industri GIIC, CikarangHingga 500 MW di empat gedungBertahap, Q4 2026 sampai 2027
K2 Data CentresJKT1Kota Deltamas[isi kapasitas]Sudah beroperasi
MettaDCID01Jl. Science Boulevard, Cikarang Pusat[isi kapasitas]Sudah beroperasi

Di luar Deltamas, kawasan sekitarnya juga padat: PDG mengoperasikan JC1 dan JC2 (26 MW) di Cibitung, dan DCI Indonesia mengoperasikan sekitar 119 MW di Cibitung dan Karawang dengan rencana ekspansi besar.

Skala pertumbuhannya

Menurut analisis Pluang pada Agustus 2026, kapasitas data center terpasang di Indonesia sekitar 456 MW. Dalam empat bulan saja (April sampai Agustus 2026), empat pemain global mengumumkan rencana sekitar 2.170 MW kapasitas baru. Sebagian besar kapasitas baru di Jawa Barat akan berada di koridor Bekasi dan Karawang.

Apa yang dibutuhkan proyek-proyek ini?

Kampus data center sebesar ini membutuhkan lebih dari gedung dan server. Infrastruktur pendukungnya meliputi gardu listrik, genset, sistem pendingin, dan air dalam jumlah besar.

Digital Edge, misalnya, memakai chiller berpendingin air dengan cooling tower hibrida di CGK Campus. Sistem seperti ini membutuhkan pasokan make-up water yang stabil dan cadangan air di lokasi, biasanya 12 jam untuk desain Tier III. Untuk kampus ratusan megawatt, cadangan itu bisa mencapai ribuan meter kubik. Lihat contoh perhitungannya di artikel Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan Data Center? (link: /blog/kebutuhan-air-data-center).

Selain air pendingin, setiap gedung membutuhkan tangki air pemadam kebakaran, dan semakin banyak proyek yang menambahkan penampungan air hujan serta pengolahan air daur ulang untuk menurunkan WUE.

Pemasok lokal untuk proyek di Deltamas

PT Tiger Water Solutions memproduksi tangki GFS, bolted steel dan panel FRP di pabrik kami di Cikarang, hanya beberapa kilometer dari kawasan data center Deltamas. Artinya waktu kirim lebih pendek, koordinasi di lokasi lebih mudah, dan dukungan purna jual yang cepat untuk kontraktor MEP dan operator.